Banyak orang menganggap belajar bahasa Jepang itu sulit. Hurufnya ada tiga, cara bacanya berbeda, kosakatanya banyak, dan tata bahasanya terasa membingungkan. Tidak heran kalau semangat belajar yang awalnya tinggi perlahan mulai turun setelah beberapa minggu.
Kalau kamu sedang merasakan hal itu, tenang saja. Kamu bukan satu-satunya. Hampir semua orang yang berhasil menguasai bahasa Jepang pernah berada di posisi yang sama. Bedanya, mereka berhasil menemukan alasan untuk tetap belajar saat rasa bosan mulai datang.
Lalu, bagaimana caranya supaya semangat belajar bisa kembali?
Jangan Paksa Diri Menghafal, Coba Cari Alasan Kenapa Ingin Belajar
Banyak orang memulai belajar hanya karena ingin cepat kerja ke Jepang. Tujuan itu memang bagus, tetapi kadang belum cukup kuat untuk menjaga semangat setiap hari. Coba tanyakan lagi pada diri sendiri. Apa yang membuatmu tertarik dengan Jepang?
Mungkin kamu suka anime, musik Jepang, budaya, makanan, atau ingin suatu hari nanti bisa berbicara langsung dengan orang Jepang tanpa bantuan penerjemah. Alasan sederhana seperti itu justru sering menjadi sumber motivasi belajar yang bertahan lebih lama.
Kalau sudah menemukan alasan yang membuatmu penasaran, proses belajar biasanya akan terasa lebih ringan.
Mulailah Dekat dengan Bahasa Jepang Lewat Hal yang Kamu Sukai
Tidak semua proses belajar harus dilakukan dengan membuka buku. Kalau kamu suka anime, coba sesekali dengarkan percakapannya tanpa terlalu bergantung pada subtitle. Kalau suka musik Jepang, cari arti liriknya. Kalau hobi bermain game, cobalah mengenali beberapa menu atau dialog dalam bahasa Jepang.
Cara seperti ini membuat otak terbiasa mendengar dan melihat bahasa Jepang setiap hari tanpa merasa sedang belajar. Semakin sering kamu berinteraksi dengan bahasa Jepang, semakin besar rasa ingin tahumu untuk memahami lebih banyak.
Nikmati Keunikan Bahasa Jepang, Jangan Langsung Takut
Banyak pemula langsung menyerah ketika melihat hiragana, katakana, atau kanji. Padahal, kalau dipelajari pelan-pelan, setiap sistem tulisan itu memiliki keunikan sendiri.
Misalnya, ada kata-kata Jepang yang tidak memiliki padanan tepat dalam bahasa Indonesia. Ada juga ungkapan yang terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam karena dipengaruhi budaya masyarakat Jepang.
Saat mulai memahami hal-hal seperti ini, kamu tidak hanya sedang belajar bahasa, tetapi juga mengenal cara berpikir orang Jepang. Itulah yang membuat proses belajar bahasa Jepang menjadi jauh lebih menarik.
Gunakan Bahasa Jepang untuk Menjelajah Internet
Setelah mulai mengenal beberapa kosakata, jangan berhenti di buku pelajaran. Cobalah membuka media sosial orang Jepang, membaca komentar sederhana, atau melihat berita ringan dari Jepang. Awalnya mungkin hanya memahami satu atau dua kata, tetapi lama-kelamaan jumlah kosakata yang kamu kenal akan terus bertambah.
Perasaan berhasil memahami sebuah kalimat tanpa bantuan terjemahan sering menjadi penyemangat baru. Dari situ kamu akan sadar bahwa kemampuan bahasa Jepang yang sedang dipelajari benar-benar bisa digunakan dalam kehidupan nyata.
Jangan Minder Kalau Belajarmu Terasa Lambat
Ada teman yang bisa hafal 50 kosakata dalam seminggu. Ada juga yang baru menguasai 10 kata. Tidak masalah!
Kecepatan belajar setiap orang memang berbeda. Yang penting bukan siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang terus melangkah meskipun sedikit demi sedikit.
Daripada membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus melihat perkembanganmu sendiri. Hari ini bisa membaca lima huruf hiragana, minggu depan sudah bisa membaca satu kalimat. Itu juga sebuah kemajuan.
Saat Mulai Merasakan Manfaatnya, Semangat Belajar Akan Datang Sendiri
Ada momen yang hampir selalu dialami oleh orang yang serius belajar bahasa Jepang. Mereka tiba-tiba bisa memahami percakapan sederhana di anime, mengerti arti lagu favorit, atau berhasil membaca tulisan Jepang tanpa membuka kamus.
Mungkin terdengar sepele, tetapi pengalaman seperti itulah yang sering membuat seseorang semakin bersemangat belajar. Karena mereka mulai merasakan bahwa usaha yang dilakukan selama ini tidak sia-sia.
Kalau Ingin Kerja ke Jepang, Mulailah Persiapkan Dirimu dari Sekarang
Menguasai bahasa Jepang bukan hanya membuatmu lebih percaya diri saat berkomunikasi. Kemampuan ini juga menjadi bekal penting jika suatu hari nanti kamu ingin mengikuti program kerja ke Jepang, termasuk melalui jalur IM Japan.
Di LPK Saitama, peserta tidak hanya belajar bahasa Jepang, tetapi juga dipersiapkan menghadapi dunia kerja, mulai dari budaya kerja, kedisiplinan, hingga persiapan seleksi. Namun semua perjalanan itu tetap dimulai dari satu langkah sederhana, yaitu menjaga semangat untuk terus belajar.
Jadi, kalau hari ini kamu merasa kehilangan semangat, jangan langsung berhenti. Bisa jadi yang kamu butuhkan bukan cara belajar yang baru, melainkan alasan yang lebih kuat untuk terus melangkah. Ketika kamu mulai menyukai prosesnya, belajar bahasa Jepang tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi pintu menuju impian yang sedang kamu bangun.
Kredit Gambar: Aoun Abbas/Unsplash